Skip to content

Kenali Potensimu Sejak Dini

September 23, 2014

Ingin tahu rahasia orang sukses? Mereka sudah tahu ke mana arah tujuan hidup mereka jauh sebelum anak-anak lainnya menyadari perubahan suara mereka. Ketika mereka menemukan passion mereka terhadap sesuatu dan menganggap bahwa hal itu layak diperjuangkan mati-matian, sebenarnya mereka telah membuka jalan tol menuju kisah sukses mereka kelak.

Belajar dari kisah-kisah orang sukses, kita wajib mengenali potensi diri sejak dini. Jika pun hingga usia dewasa kita masih belum mengenali siapa diri kita sebenarnya, masih ada waktu. Ya, selalu masih ada waktu untuk berusaha mengenali diri sendiri.

Mungkin ada beberapa orang yang sudah cukup puas dengan pencapaian hidup saat ini. Karir bagus, hidup nyaman, dan berkecukupan. Tapi, rasanya ada yang salah. Rasanya ada hal lain yang belum terpenuhi, tapi tak tahu apa itu. Mungkin anda sedang berpijak di comfort zone yang sebenarnya bukan “wilayah” anda. Nyaman memang, tapi jika anda berada pada “wilayah” anda sesungguhnya, anda akan shock begitu menyadari potensi sesungguhnya diri anda. Anda dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya bahkan belum sempat anda pikirkan benar. Terbersit dalam pikiran mungkin pernah. Tapi anda takut. Ya, anda takut untuk mengenali diri anda sendiri.

Coba anda luangkan waktu sejenak. Selama ini anda memiliki passion di bidang apa. Hal-hal apa yang sejak kecil selalu membuat anda kagum dan terobsesi? Apa yang dulu selalu membuat tidur anda kurang nyenyak dengan mimpi-mimpi yang fantastis tapi kini telah pudar?

Orang-orang seperti Soichiro Honda, Thomas Alfa Edison, Michael Jackson, atau Steven Spielberg tidak muncul secara tiba-tiba dari negeri antah berantah. Mereka telah menemukan passion mereka sejak belia dan terus bekerja keras mewujudkan mimpi mereka. Mereka sadar tentang potensi diri mereka dan mereka takkan membiarkan siapa pun juga merintangi langkah sukses mereka.

Sistem pendidikan yang kolot kerap mematikan potensi yang dimiliki tiap anak. Penyeragaman, penilaian, dan penjurusan kerap tidak sesuai dengan minat bakat seorang anak. Mereka dibiasakan seragam baik dalam penampilan, pemikiran, bahkan juga sikap. Ketika ada seorang anak yang terlihat “berbeda” maka hal itu dianggap sebagai sebuah “dosa.” Hasilnya? Bisa dilihat sendiri. Banyak orang yang kebingungan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi mereka. Investasi waktu belasan tahun dalam pendidikan tak membuat mereka menjadi pribadi berkarakter, penuh percaya diri, dan betul-betul sadar akan potensi mereka.

Kurangnya kemampuan menganalisa potensi diri akibat sistem pendidikan yang kolot ini jika dibiarkan akan turun temurun dan menyebabkan efek domino generasi yang terasing dari dirinya sendiri. Sungguh sayang sekali, potensi-potensi yang tak tergali itu ibarat tambang urat emas yang tak terdeteksi dan hanya tergolek sia-sia dalam perut bumi.

Jika anda merasa bahwa anda tengah berada dalam dunia yang bukan “dunia” anda, maka sudah sewajarnya anda bertanya kepada diri sendiri: “Siapa sebenarnya diriku ini?” “Apa yang ingin kulakukan dalam hidup ini?” “Mimpi masa kecil apa yang telah lama aku lupakan?” Anda harus menemukan potensi diri anda, meskipun jika hal itu terasa sebagai sebuah keterlambatan karena usia anda tidak muda lagi. Tak mengapa, setidaknya anda pernah mempertanyakan diri sendiri. Hidup hanya satu kali, tentu sayang sekali jika kita cuma hidup menjalankan peran yang bukan diri kita sendiri.

Potensi diri dapat dilihat dari beberapa cara. Hobi misalnya. Ketika bicara hobi, maka yang ada adalah semacam obsesi kompulsif terhadap suatu hal yang mungkin oleh orang lain dianggap “irasional” atau bahkan “gila.” Namun, hobi mencerminkan passion kita. Seseorang yang menemukan passion-nya, tentu akan bergairah untuk melakukan pencapaian-pencapaian. Tanpa sadar, seseorang menekuni hobinya sekaligus memenuhi passion-nya. Seseorang yang menceburkan dirinya dalam hobinya begitu intens, bahkan menjadikannya profesi, cenderung membuka jalan suksesnya lebih awal. Siapa sih yang tidak bahagia bekerja di bidang yang menjadi hobinya?

Trial & error mungkin merupakan cara klasik untuk memahami potensi diri, namun kerap berhasil. Ya, dengan terus mencoba hal-hal yang mungkin anda memiliki minat yang tinggi lama kelamaan akan mengarahkan diri anda kepada potensi diri. Hal ini cocok bagi para pemuda yang masih sering merasa kebingungan menentukan pilihan karir atau akademik mereka. Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru selama masih memungkinkan untuk mencobanya. Gagal di satu bidang, masih banyak bidang lain untuk dicoba. Trial & error terus menerus hingga akhirnya kau temukan “duniamu.”

Flashback ke sejarah hidup anda sendiri juga dapat dilakukan untuk mengungkap siapa sebenarnya anda. Mungkin masa kecil anda memiliki berbagai mimpi yang sempat ingin anda capai ketika dewasa nanti, namun seiring waktu impian-impian itu memudar, kalah oleh ancaman-ancaman dari lingkungan anda, orang-orang dewasa lainnya, atau justru oleh rasa takut anda sendiri. Bertanyalah pada orang tua anda, paman, tetangga, atau siapa pun yang pernah melihat anda sebagai anak kecil periang yang penuh mimpi. Flashback juga dapat diartikan meluangkan waktu sejenak untuk merenungkan kembali apa saja yang telah anda lakukan beberapa tahun belakang ini. Mungkin belum lama sebelumnya anda menekuni suatu bidang dan merasa memiliki energi yang besar dalam hal itu tapi tanpa sebab jelas anda berhenti. Lalu anda memilih kehidupan anda saat ini. Kehidupan yang nyaman, tapi hampa.

Ada pepatah mengatakan “buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.” Pepatah itu hampir selalu terbukti benar, walaupun tidak 100% juga. Anda dapat mengamati track record keluarga anda sendiri. Di bidang apakah sebenarnya keluarga anda unggul. Biasanya hal itu menyangkut hubungan antar generasi. Profesi atau bidang apa yang cenderung digeluti dari generasi orang tua anda, kakek nenek, bahkan hingga buyut anda. Sekali-kali coba lah untuk menelusurinya. Menyenangkan jika anda menemukan benang merah yang menghubungkan antar generasi dalam keluarga anda sendiri. Ketika anda menemukan benang merah itu, maka sah-sah saja anda mulai turut mengulurnya lebih jauh.

Mengenali potensi diri itu wajib jika anda menginginkan pencapaian anda melejit. Terkadang memang orang takut untuk memulai proyek panjang mengenali diri mereka sendiri. Terkadang ini seperti mendaki sebuah bukit kecil. Ya, bukit kecil, bukan gunung yang tinggi menjulang. Beberapa orang tertipu karena di awal perjalanan memang bukit itu cukup terjal. Lalu, mereka berhenti dan memilih turun kembali atau hanya mengambil jalan memutar. Yang lainnya tetap meneruskan perjalanan. Ternyata, di ketinggian berikutnya jalanan malah cukup landai. Di sini, ada yang terlena lalu mendirikan camping di sana. Mereka cukup puas dengan ketinggian itu. Yang lainnya, meneruskan perjalanan menuju puncak bukit. Jalanan kembali terjal, tapi mereka sudah dapat merasakan bahwa perjalanan mereka tak perlu waktu lama lagi untuk sampai di puncak. Voila! Puncak bukit itu pun berhasil mereka taklukkan.

From → tips

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: