Skip to content

Cara Efektif Mempelajari Bahasa Asing

October 17, 2014

Tulisan ini bukan bermaksud untuk memprovokasi orang-orang agar lebih mencintai bahasa asing daripada bahasa nasional dan bahasa daerahnya sendiri. Bukan itu maksud saya. Mempelajari sesuatu yang berbeda bukan berarti membuat kita melupakan jati diri bukan? Jangan menutup diri, dunia saat ini telah menjadi global village seperti kata seorang pemikir post-strukturalis. Dunia mengerucut. Jadi, rasanya picik jika kita tetap berdiam diri dalam tempurung, tak mau melihat dan mengakrabi perubahan di luar sana dengan alibi menjaga jati diri.

Intinya, pelajari hal-hal baru di luar sana. Dunia ini semakin mengerucut, tetapi ilmu justru semakin mengembang. Banyak hal-hal baru yang belum diketahui manusia, penemuan-penemuan baru, bahkan spesies-spesies makhluk hidup baru di dasar samudra yang gelap. Kini, dengan globalisasi, manusia setidaknya harus mampu berbicara secara global. Bahasa asing menjadi salah satu akses masuk ke dalam global village yang riuh ini.

Mempelajari bahasa asing memang gampang-gampang sulit. Namun, gampangnya dua kali, sulitnya satu kali, jadi ya masih lebih banyak kemungkinan kita untuk berhasil mempelajarinya daripada gagal bukan? Yang diperlukan hanya tekad yang kuat, motivasi, dan kedisiplinan.

Ada beberapa trik yang mungkin bisa Anda praktekkan jika ingin efektif mempelajari salah satu bahasa asing:

1. Pilih bahasa asing yang betul-betul menarik perhatian Anda

Faktor utama keberhasilan seseorang menekuni sesuatu adalah ketertarikan. Tentu akan sangat sulit jika seseorang mencoba menekuni sesuatu yang dibencinya. Sekeras apa pun ia mencoba memaksakan dirinya, hasilnya tidak akan maksimal. Ini seperti seseorang yang bekerja di tempat yang dibencinya karena terpaksa demi tuntutan hidup. Kinerjanya bakal pas-pasan, cenderung malas, dan tidak punya gairah untuk mencapai prestasi. Jadi, jika Anda ingin menguasai bahasa asing, tentukan dulu minat Anda. Misal, Anda pecinta drama Korea dan begitu tergila-gila dengan K-Pop. Apabila Anda tidak hanya berhenti pada sebatas nge-fans, dan bertindak lebih jauh dengan mempelajari bahasa Korea atau huruf Hangeul, bisa dipastikan bahwa Anda bakal menikmati proses belajar Anda dan lebih cepat meraih hasilnya daripada mereka yang sama sekali tidak tertarik dengan apa pun yang berbau Korea.

2. Pelajari bahasa asing yang sudah familiar

Mempelajari bahasa asing tentu membutuhkan sumber pengetahuan yang memadai. Apa jadinya jika kita mempelajari bahasa asing namun sulit mengakses pengetahuannya? Jadi, pilih lah bahsa asing yang memang sudah cukup familiar di telinga Anda, baik itu familiar karena sering mendengarnya di film-film yang diputar di televisi, kerap Anda baca di media massa, atau mungkin juga karena Anda bekerja di lingkungan yang kebanyakan orang di sana berbicara dalam bahasa itu. Mempelajari bahasa itu bisa diibaratkan dengan pembiasaan. Metode pembiasaan ini adalah cara yang paling mudah dan melekat kuat meskipun belum tentu paling efektif juga. Orang tua kita dulu membiasakan kita berbicara dengan bahasa daerah atau bahasa Indonesia sejak kecil. Nah, jika kita sudah sering mendengar kosakata-kosakata asing dari sekitar kita, otomatis respons otak bakal lebih cepat ketika kita serius mempelajarinya. Bahasa Inggris tentunya sudah sangat familiar bagi kita sebagai bahasa global. Sejak SD kita sudah mempelajarinya walaupun kadang tidak efektif karena pola pembelajaran bahasa Inggris di sekolah kita cenderung sebatas teori tata bahasa, bukan menitikberatkan pada praktek. Jika Anda tinggal di pesantren, tentu yang lebih familiar adalah bahasa Arab. Anda dapat lebih mudah mempelajarinya karena tiap hari mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an dalam bahasa Arab. Anda yang bekerja di kampung-kampung Cina tentu sudah familiar dengan bahasa Tionghoa (Mandarin, Cantonese, dll) walaupun memang bahasa ini menurut saya termasuk bahasa yang cukup sulit dipelajari.

3.Berikan motivasi atau alasan yang kuat mengapa Anda ingin mempelajari bahasa asing

Orang yang memiliki motivasi kuat tentu akan memiliki atau seolah memiliki esktra energi untuk meraih mimpinya. Prinsip yang sama itu bisa Anda terapkan dalam mempelajari bahasa asing. Tetapkan target yang ingin Anda capai dengan bahasa asing yang hendak Anda pelajari. Misal, untuk menggaet kenalan dunia maya Anda yang berasal dari negara lain. Ternyata, ia menaruh simpati pada Anda dan Anda mencoba untuk tidak mengecewakannya dengan mempelajari bahasa si dia. Anda belum pernah mempelajari bahasa tersebut sebelumnya, tetapi karena motivasi Anda kuat, ternyata dalam tempo singkat Anda dapat menguasainya. Contoh lain, Anda tergila-gila oleh Jerman karena teknologinya yang maju, klub sepakbolanya, timnasnya, atau karena budayanya. Anda sering browsing informasi tentang Jerman dan menemukan info tentang program beasiswa kuliah di Jerman. Anda menjadi terobsesi oleh program tersebut dan bertekad untuk meraihnya. Anda bakal terheran sendiri ketika Anda mempelajari bahasa Jerman yang sulit itu, betapa cepatnya Anda menguasainya karena Anda tergerakkan oleh motivasi untuk lolos seleksi beasiswa ke Jerman.

4. Practices Make Perfect

Jika Anda menganggap istilah di atas itu klise, Anda salah. Tak ada yang bisa mengalahkan orang yang rajin berlatih. mungkin memang ada orang yang dianugerahi bakat yang membuatnya tak terlalu bekerja keras dalam proses belajarnya untuk mencapai keahlian tertentu. Namun, saya selalu yakin bahwa bakat bisa dikalahkan oleh kerja keras. Sering-sering lah berlatih, karena bahasa itu adalah pembiasaan. Anda ingin bisa lancar berbicara bahasa Sunda? Tinggal lah di tengah-tengah masyarakat Sunda. Anda bisa hijrah ke Sukabumi, Bogor, Bandung, Cianjur dan sebagainya. Maka, tiap hari mau tak mau Anda akan mendengar percakapan sehari-hari dalam bahasa Sunda. Anda yang tadinya tak bisa sama sekali berbahasa Sunda lambat laun akan menguasai bahasa Sunda dengan sendirinya. Itu bisa dipercepat jika Anda tidak sekadar pasif saja, tetapi juga aktif berlatih untuk dapat berbicara dalam bahasa mereka. Sama halnya dengan bahasa asing. Percuma jika Anda mempelajarinya hingga tingkat perguruan tinggi namun hanya berkutat pada tata bahasa, teori linguistik namun ketika ditanya arah alamat oleh orang asing Anda diam seribu bahasa tidak tahu harus berkata apa. Maka, latih lidah Anda, lidah manusia itu lentur, tak memiliki tulang, jadi lentur dan bisa dibentuk bermacam-macam. Maka, jangan heran jika ada kaum Polyglot, yaitu orang yang mampu fasih bicara dalam berbagai bahasa asing.

Jika sudah berketetapan hati untuk terus melatih kemampuan berbahasa asing Anda, Anda harus mulai melupakan teori bahasa yang terlalu njlimet. Saya tidak mengatakan bahwa tata bahasa itu tidak penting, tetapi tanpa menguasai dengan baik tata bahasa pun Anda masih dapat saling berkomunikasi dengan orang lain sepanjang tutur kata Anda dapat dimengerti. Orang tua Anda dulu melatih Anda bicara juga tanpa teori bahasa level tinggi bukan? Temukan orang-orang yang memliki passion yang sama dalam belajar bahasa asing dan mulai lah berlatih bersama. Atau, jika Anda cukup percaya diri coba lah ajak bicara orang-orang asing yang Anda temui di jalanan.

5. Perbanyak kosakata dan mencoba menerjemahkan

Bagaimana Anda bisa mempraktekkan bahasa asing yang Anda pelajari jika Anda tidak menguasai kosakatanya? Maka, hal mendasar yang perlu dilakukan pertama kali adalah mempelajari kosakata-nya. Anda mungkin dapat memulainya dengan kosakata-kosakata yang lazim digunakan dalam percakapan ringan dan perkenalan diri. Lalu, berlanjut dengan percakapan-percakapan dalam sitauasi tertentu, seperti di dalam lingkungan kerja dan rapat. Makin sering Anda mendengar dan mengucapkan kosakata itu, makin mudah kosakata itu Anda ingat. Tak peru menghapal kosakata secara kata per kata dari kamus. Saya jamin itu tidak akan menempel lama di otak Anda. Lebih baik Anda mempelajari kosakata dari dialog-dialog film atau lagu. Saya lebih suka mempelajarinya dari film karena percakapannya dapat lebih mudah dimengerti dan bisa dipraktekkan dalam keseharian. Berbeda dengan lagu karena lirik lagu terkadang sulit dimengerti dan memiliki makna yang berbeda dari makna harfiah. Di samping itu, Anda dapat mencoba untuk menerjemahkan beberapa teks dalam bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Cara ini juga cukup efektif untuk memperkuat penguasaan kosakata Anda. Beli lah buku-buku berbahasa asing yang sesuai minat Anda. Baca dahulu buku itu hingga tamat, kalau perlu garisbawahi kata-kata yang menurut Anda sulit dimengerti. Setelah itu, terjemahkan kata-kata yang digarisbawahi itu dengan bantuan kamus. Terakhir, terjemahkan buku itu keseluruhannya atau per bab dulu. Dengan begitu, Anda memperoleh dua manfaat sekaligus: 1. Mendapatkan ilmu bermanfaat dari buku tersebut; 2. Melatih kemampuan penguasaan kosakata Anda.

From → tips

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: