Skip to content

Asa, Cinta dan Sepak Bola

October 20, 2014

artikel ini dimuat di rubrik Perada Koran Jakarta (edisi 5 Juli 2011)

Ikal, bocah kelas 6 SD itu tercekat. Ia mendengar cerita tentang masa muda ayahnya dari seorang pemburu tua setelah ia tunjukkan foto seorang pemain bola remaja tengah menimang piala. Ternyata, itu adalah ayahnya sendiri  waktu  berusia17 tahun. Foto itu diambil sesaat setelah kesebelasan pribumi—yang diisi oleh para kuli tambang, berhasil mengalahkan kesebelasan karyawan Belanda dalam kompetisi Disctric beheerder.

Terjawab sudah tentang kaki kiri ayahnya yang cacat. Lutut kiri ayahnya diremukkan oleh serdadu Belanda yang geram karena golnya. Karirnya sebagai pemain sepakbola berbakat pun berakhir tragis dan singkat.

Itulah penggalan novel terbaru Andrea Hirata, Sebelas Patriot. Diilhami oleh kisah kehidupan ayahnya, Andrea hendak menularkan semangat patriotisme dan cinta tim nasional Indonesia dari sang ayah. Meskipun gaya bahasanya ringan, Sebelas Patriot tetap memukau dengan menghadirkan drama mengharukan hubungan ayah dan anak, perjuangan meraih asa, dan makna dibalik permainan sepak bola.

Dikisahkan, Ikal yang beranjak dewasa lalu bertekad untuk mewujudkan mimpi ayahnya menjadi pemain tim nasional Indonesia. Untuk itu, ia harus melewati jenjang bertingkat yang terjal, diantaranya bergabung di klub kampung, mengikuti seleksi tingkat kabupaten, baru dapat bergabung dengan tim junior provinsi. Ikal berjuang gigih, namun gagal di tingkat kabupaten. Berkali-kali ia mencoba lagi namun tak berhasil. Meskipun ayahnya tak pernah menuntutnya menjadi pemain sepak bola, ia merasa bersalah.

Dengan bijak, ayahnya menyemangati, “Prestasi tertinggi seseorang, medali emasnya, adalah jiwa besarnya” (hlm. 61).

Sang ayah kemudian menghadiahinya raket kayu untuk berlatih bulu tangkis. Ternyata ia berbakat dalam bidang itu. Demikianlah sang ayah mengajarkan nilai-nilai perjuangan. Jika gagal di satu bidang, ada banyak alternatif lain yang bisa diperjuangkan.

Ikal akhirnya mendapatkan beasiswa di Universitas Sorbonne, Perancis. Karena ia teringat akan ayahnya yang penggemar Real Madrid dan Luis Figo, ia nekat ke Madrid untuk berburu kaos Figo. Seorang perempuan lokal, Adriana, menawarinya kaos Figo betanda tangan asli. Harganya 250 euro. Di kantongnya cuma ada 60 euro. Namun, ia tak mau menyerah. Ia pergi ke Plaça de Catalunya di Barcelona, kiblat para backpacker sedunia berkumpul, sehingga ia bisa mencari info pekerjaan apa pun dari mereka.

Ia akhirnya berhasil mengumpulkan 250 euro setelah bekerja keras sebagai pembantu umum di tim junior Barcelona tiap malam, sebagai tukang cat dan angkut furnitur tiap siang, dan terkadang mengamen di jalanan Barcelona bersama backpacker lainnya.

Adriana ternyata masih menyimpan kaos Figo itu meskipun banyak orang ingin membelinya karena ia yakin bahwa Ikal pasti datang. Dan, Ikal benar-benar datang kembali membawa uangnya demi kaos itu, semata untuk menyenangkan ayahnya di Indonesia.

Adriana mengajak Ikal menonton pertandingan Madrid versus Valencia. Di stadion Santiago Bernabéu itulah Ikal memahami makna sepakbola—permainan yang bukan sekadar 22 orang berebut bola dengan konyol. Ya, sepakbola mengingatkannya pada patriotisme 11 kuli tambang, termasuk ayahnya, melawan Belanda. Sepakbola-lah yang membuat ayahnya dengan lantang berteriak “Indonesia!, Indonesia!” meskipun untuk itu ia harus membayarnya dengan lutut koyak.

Peresensi adalah Eko Budi Nugroho, penulis dan penerjemah lepas. Tinggal di Rawamangun, Jakarta Timur.

270330_2110181987936_164397_n

Judul buku      : Sebelas Patriot

Penulis             : Andrea Hirata

Penerbit           : Bentang

Tahun terbit     : Cetakan I, Juni 2011

Tebal buku      : 108 halaman

Harga              : Rp 33.000,-

From → review buku

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: