Skip to content

Kisah-kisah Cinta yang Ganjil

October 20, 2014

Biasanya, cinta sejati digambarkan dengan sepasang kekasih yang bertemu sejak kanak, jatuh cinta pada pandangan pertama, dan setia hingga akhir hayat. Namun, di mata Guy de Maupassant, sastrawan besar Perancis, cinta sejati dapat pula berwujud cinta yang tempramental, ganjil, menyakitkan sekaligus memabukkan.

Seperti yang dialami bocah perempuan anak tukang reparasi kursi. Ia jatuh cinta pada Chouquet, bocah lelaki bermata indah. Chouquet tengah bersedih waktu itu. Untuk menghiburnya, anak perempuan itu memberikan seluruh tabungannya. Melihat kebahagiaan di mata Chouquet, bocah perempuan itu pun bertekad untuk terus memberikan uangnya. Hingga empat tahun kemudian ia rutin melakukannya. Konsekuensinya, Chouquet membolehkan anak perempuan itu mencium dan memeluknya.

Bertahun-tahun kemudian, gadis itu tetap mencintai Chouquet. Sayangnya, Chouquet ternyata telah beristri. Gadis itu patah hati dan melompat ke sungai namun dapat diselamatkan. Ia dirawat oleh Chouquet yang telah menjadi dokter. Ternyata, Chouquet benar-benar telah lupa kepadanya. Tak lama kemudian, gadis itu meninggal dunia.

Setelah kematian gadis itu, Chouquet dan keluarganya memperoleh wasiat dari si gadis, berupa tabungan senilai 3.500 franc. “Tidak diragukan lagi, hanya wanita yang tahu caranya mencintai,” komentar seorang Marquis mendengar kisah itu (hlm. 16).

Cinta yang ganjil juga muncul dalam cerpen Seorang Janda. Berkisah tentang pemuda tanggung berusia 12 tahun yang tergila-gila pada perempuan yang lima tahun lebih tua darinya. Menganggapnya sebagai lelucon, perempuan itu membiarkannya. Ia hanya tertawa ketika pemuda itu bersumpah akan bunuh diri jika perempuan itu meninggalkannya.

Setahun kemudian, perempuan itu mengumumkan pernikahannya dengan pria lain. Pemuda tanggung itu benar-benar menggantung dirinya di pohon. Usianya baru 13 tahun. Perempuan itu menyesal dan membatalkan pernikahannya, lalu melajang hingga tua. Ia menganggap dirinya janda dari pemuda tanggung itu.

Dalam cerpen Istri Istimewa, cinta datang karena kebetulan. Pierre Letoile, pria 35 tahun yang enggan menikah, menghadiri pesta pernikahan sepupunya di Normandia. Karena mabuk, ia salah masuk kamar. Ketika terbangun di pagi hari, ia kaget karena tidur seranjang dengan Mademoiselle Dumoulin, putri pensiunan kolonel.

Merasa tak melakukan apa-apa, Pierre berusaha menjelaskan duduk perkaranya, namun percuma. Ia terpaksa menikahi gadis itu. Di tahun kelima usia pernikahannya, pria itu justru mensyukurinya. Ia beruntung mendapatkan perempuan muda yang cantik itu. Di mata teman-temannya, Pierre bagaikan menang lotere (hlm. 36).

Cinta ibu kepada anaknya dapat mengubah seorang wanita tua menjadi pembunuh bengis, seperti dalam cerpen Dendam Kesumat. Ketika anak semata wayangnya, Antoine, tewas ditikam dalam pertengkaran oleh Nicolas Ravolati, wanita tua janda Paolo Saverini itu bersumpah untuk membalas dendam. “Jangan takut anakku, bocah kecilku, dendammu akan terbalas. Tidurlah tidur, dendammu akan terbalas,” begitu ia bersumpah (hlm. 65).

Si pembunuh melarikan diri ke Longosardo, Sardinia. Dendam kesumat telah tersemat. Wanita tua itu melatih anjingnya, Semillante, menggigit dan mencabik boneka manusia setiap hari. Begitu anjing itu siap, mereka berlayar menuju Sardinia. Tanpa banyak omong, wanita itu langsung melepaskan anjing ganasnya begitu bertemu Ravolati. Anjing itu menerkam dan mengoyak leher si korban hingga urat nadinya putus.

Sindiran terhadap kemunafikan dan kepalsuan

Maupassant juga menyindir kemunafikan dan kepalsuan manusia. Cerpen Kalung Berlian misalnya. Karena malu tak punya perhiasan untuk menghadiri pesta, Mathilde, wanita cantik yang bukan berasal dari keluarga bangsawan terpaksa meminjam kalung berlian dari teman bangsawannya, Madame Forestier.

Malangnya, kalung itu hilang. Mathilde dan suaminya meminjam uang kesana-kemari untuk membeli kalung berlian pengganti seharga 36 ribu franc. Mereka jatuh miskin setelahnya. Ketika Mathilde bertemu Madame Forestier suatu hari, ia baru menyadari bahwa kalung yang hilang itu hanyalah kalung imitasi seharga tak lebih dari 500 franc.

Tema kemunafikan juga muncul dalam cerpen Boule de Suif. Elisabeth Rouset, yang dijuluki Boule de Suif (bola lemak) karena bentuk tubuhnya yang lebar dan ukuran payudaranya yang besar ikut dalam perjalanan kereta kuda dari kota Rouen menuju Havre. Karena penampilannya yang gembel dan ia dikenal sundal, para penumpang lainnya yang berstatus sosial tinggi memandang sinis kepadanya.

Perjalanan itu memakan waktu yang lebih lama karena badai salju. Mereka terjebak di daerah asing. Tak ada warung atau rumah penduduk, padahal mereka kelaparan. Tiba-tiba, Boule de Suif mengeluarkan keranjang penuh berisi makanan dan anggur. Ia berbagi makanannya itu dengan para penumpang lainnya.

Sampai di kota Totes, mereka dihadang oleh tentara Prusia. Mereka tak boleh melanjutkan perjalanan, kecuali Boule de Suif mau menjadi simpanan tentara itu. Berhari-hari terjebak di hotel du Commerce di kota kecil itu, mereka kesal dan mendesak Boule de Suif  untuk menuruti kemauan tentara itu. Mereka menceritakan kisah-kisah para martir yang rela berkorban sebagai sindiran baginya.

Terpojok, Boule de Suif akhirnya mengiyakan. Ketika mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan, Boule de Suif mendapati pandangan mencemooh dan jijik dari penumpang lainnya. Karena terburu-buru, ia pun lupa menyiapkan bekalnya. Di perjalanan, ia hanya  bisa merintih melihat para penumpang lainnya menikmati bekal mereka dengan lahap tanpa mempedulikannya.

***

Selain enam cerpen di atas, masih ada tiga cerpen lainnya dalam buku kumpulan cerpen berjudul Cinta Sejati ini: Perhiasan Palsu, Babette, dan Mademoiselle Fifi. Kisah-kisah dalam buku ini memperlihatkan kemahiran Maupassant bercerita secara realis, obyektif, alamiah, terkadang ironis dan lucu yang membuatnya dijuluki sebagai pelopor cerpen modern.

Maupassant meninggal dalam usia 43 tahun di sebuah rumah sakit jiwa di Passy, Perancis. Meskipun usianya pendek, ia termasuk pengarang yang produktif dengan 300 cerpen, 6 novel, 3 catatan perjalanan, dan 1 kumpulan puisi.

Eko Budi Nugroho, penulis lepas

cover buku

cover buku

Data buku:

Judul : Cinta Sejati

Penulis : Guy de Maupassant

Penerjemah : Marcalais Fransisca

Penerbit : Serambi, Jakarta

Tahun terbit : Cetakan I, April 2011

Tebal buku : 170 halaman

ISBN : 978-979-024-352-1

From → review buku

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: