Skip to content

Sejarah Jam Tangan Swiss: dari Perhiasan, Fashion Hingga Kotak Musik

November 2, 2014

Selama berabad-abad, Swiss sangat dikenal dengan industri jam tangannya. Padahal, ketika Eropa mulai melakukan pencatatan waktu secara mekanis pada abad ke-14, Swiss masih tertinggal jauh di belakang.

resized_650x365_origimage_560770

Pembuatan jam tangan dimulai di Swiss ketika para pemberontak Huguenot memindahkan pabrik alat pencatat waktu portabel ke Jenewa pada pertengahan kedua abad ke-16. Pada waktu itu, Jenewa merupakan ibukota kaum Calvin yang sangat ramai.

Alternatif selain perhiasan

Salah satu penyokong utama kesejahteraan ekonomi Jenewa adalah para perajin perhiasan. Di bawah aturan ketat kaum Calvin, yang melarang orang-orang memamerkan kekayaan, para warga dilarang memakai perhiasan. Aturan ketat itu pun mendorong para perajin untuk membuat “barang-barang” baru yang dapat menunjukkan keterampilan mereka—mereka pun menemukan cara pembuatan jam tangan. Industri ini menciptakan keahlian baru, jam tangan kemudian diekspor ke Asia dan koloni-koloni Amerika.

Menyebar ke Seantero Swiss

Awalnya, inovasi dan produksi jam tangan hanya ada di Jenewa. Tidak lama kemudian, industri baru ini menyebar melintasi pegunungan Jura ke daerah-daerah lain. Pada abad ke-17, semua keluarga di distrik Neuchatel bekerja di pabrik pembuatan jam, kebanyakan membuat jam saku dan instrumen-instrumennya. Pada 1800-an, Neuchatel mulai memproduksi jam pendulum, yang kelak bakal menyaingi jam-jam pendulum buatan Paris yang sudah berdiri selama beberapa dekade. Pada abad ke-19, industri pembuatan jam telah menyebar ke distrik-distrik di wilayah Soloturn dan Bern. Pada 1890, separuh dari jam-jam tangan dan komponen lainnya yang diekspor oleh Swiss diproduksi di Saint-Imier (Bernese Jura), the Franches-Montagnes, Ajoi dan Bel. Di akhir abad tersebut, industri pembuatan jam tangan Swiss telah merambah ke Basle dan Schaffhaussen.

Swiss menjadi negara produsen jam tangan

Industri jam tangan Swiss terus bersinar selama abad ke-19. Pada pertengahan abad itu, Swiss menggeser posisi Inggris sebagai produsen jam tangan dunia nomor satu. Kompetitor serius pertama industri jam tangan Swiss muncul pada pertengahan kedua abad ke-19, ketika industri manufaktur jam tangan Amerika Serikat mulai memproduksi komponen-komponen jam tangan secara massal. Komponen-komponen tersebut begitu simpel sehingga bisa digunakan untuk berbagai model jam tangan. Dampaknya bagi industri jam tangan Swiss sangat mengerikan: dalam sepuluh tahun, ekspor jam tangan Swiss ke Amerika Serikat menurun drastic hingga 75%. Ini merupakan pukulan telak bagi industri jam tangan Swiss. Mereka kemudian merespon perubahan pasar tersebut dengan beralih ke industri massal komponen-komponen mekanik jam tangan yang akurat.

Inovasi

Pada awal abad ke-20, produsen jam tangan Swiss menambahkan fitur-fitur baru pada jam-jam buatan mereka seperti kalender dan fungsi stop watch dengan tujuan untuk mengembalikan daya saing produk-produk mereka. Pada 1920-an, Rolex untuk pertama kalinya memperkenalkan jam tangan anti air, sementara pada 1926 di Grenchen, distrik bagian wilayah Solothurn, jam tangan otomatis pertama di dunia dibuat. Inovasi-inovasi menakjubkan dalam hal mekanika dan produksi ini melambungkan industri jam tangan lokal Swiss kembali. Para produsen jam tangan Swiss bergairah lagi, dan selama beberapa dekade berikutnya menguasai peringkat-peringkat tertinggi dalam dunia industri jam tangan dunia.

Kesempatan yang terlewatkan

Revolusi terbesar dalam industri jam tangan dunia pada abad ke-20 dipelopori oleh Swiss dengan penemuan jam quartz. Meskipun jam quartz pertama dikembangkan di Centre Electronique Horloger (CEH-Centre for Electronic Watches) di Nauchatel pada 1967, perusahaan-perusahaan jam tangan Swiss melewatkan kesempatan untuk meraup keuntungan besar dari penemuan revolusioner itu. Penemuan tersebut dilupakan dan diabaikan saja. Justru, penemuan itu dikembangkan oleh Jepang dan Amerika Serikat yang membuat dua negara itu menjadi yang terdepan dalam inovasi produk jam tangan mereka, sedangkan Swiss justru membatasi diri mereka sendiri untuk maju. Perkembangan jam tangan quartz mendorong berkurangnya permintaan terhadap jam tangan tradisional dan, pada pertengahan1970-an, industri jam tangan Swiss terancam bangkrut.

Swatch dan titik balik

Industri jam tangan Swiss kembali ke posisi puncak di pasar global—dikarenakan oleh kebetulan yang tak terlalu disukai: seorang penasehat ekonomi memakai jam tangan Swiss yang elegan—sejak itu, jam tangan Swiss seolah terlahir kembali sebagai aksesoris fashion dan gaya hidup. Swatch, jam tangan quartz analog, kombinasi antara kualitas tinggi dengan harga murah, pertama kali diperkenalkan ke publik pada 1983. Swatch pun menyelamatkan pasar jam tangan Swiss dan melambungkan kembali industri jam tangan nasional. Tiga puluh tahun setelah krisis, konversi produksi jam tangan Swiss (dari sekadar penunjuk waktu menjadi aksesoris fashion) menandai kisah suksesnya dan industri jam tangan sekali lagi menjadi sektor perekonomian yang paling menjanjikan bagi Swiss.

Watch Valley

Jika di Amerika Serikat ada Silicon Valley, di Swiss ada Watch Valley. Selama lebih dari satu abad, 90% produksi jam tangan Swiss berpusat di Jura Arc. Daerah ini kini dikenal sebagai Watch Valley—Tanah Presisi. Rute situs-situs budaya berupa pabrik pembuatan jam sepanjang 200 km dibuka pada awal abad ke-21. Terdapat 38 tempat di sepanjang rute ini, mulai dari ziarah ke pabrik-pabrik kuno dan tradisional hingga pabrik-pabrik jam tangan top dunia dan museum-museum khusus, di mana berbagai rahasia seputar jam tangan dibeberkan dan karya-karya besar unik dipamerkan. Apa pun seputar alat penunjuk waktu dapat ditemui di sini—jam tangan, jam dinding, jam saku, jam meja, dan chime (denting jam). Pembuatan jam adalah tema utama dari tour tersebut, namun wilayah yang memiliki kekayaan tradisi dan budaya ini juga menawarkan keindahan alam. Berkebalikan dengan tema tour-nya tentang mesin penunjuk waktu, daerah ini memiliki latar yang sangat indah yang membuat para turis bisa lupa waktu. Danau, pegunungan, kebun-kebun anggur, dan pedesaan yang permai mengundang anda untuk bersantai-santai.

Alat-alat Mesin

Tidak hanya pembuatan jam, namun sejumlah pabrik alat produksi juga ada di Watch Valley—dan semuanya masih berfungsi. Beberapa pabrik ini menjadi perusahaan top dunia dalam industri produk-produk niche khusus. Misalnya, Vallorbe di distrik Vaud yang bangga dengan nama mereka karena menjadi ibukota dunia alat pengatur presisi jam, atau Moutier di distrik Jura yang telah dikenal sejak 1880 sebagi produsen mesin bubut otomatis dengan kepala pasak otomatis—sebuah penemuan yang merevolusi industri pembuatan jam.

Kotak Musik dan Mesin Musik

Sejarah pembuatan jam tangan terkait erat dengan perkembangan instrumen-instrumen musik mekanis. Pengetahuan tentang cara menyatukan puzzle potongan waktu yang rumit diadopsi dalam teknologi lain demi mewujudkan mimpi manusia membuat mesin asisten otomatis. Oleh karena itu, misalnya, Jaquet-Droz bersaudara dan para asistennya membuat tiga android (semacam robot yang menyerupai manusia) di 1770, yang diperkenalkan ke publik pada 1774. Kesuksesan itu seharusnya luar biasa. Sebuah media kontemporer menyebutkan bahwa waktu itu orang-orang berbondong-bondong ke sana, kebun-kebun dan alun-alun penuh dengan decak kagum. Selama lebih dari satu abad, android-android itu berkeliling Eropa dan dipertontonkan dengan tiket masuk.

Pada awal 1796, pembuat jam Jenewa, Antoine Favre dari Geneva Societe des Arts memperkenalkan kotak musik: sebuah alat pemutar musik gaya baru yang “memainkan dua nada dan meniru suara mandolin, yang disatukan di bagian bawah dari kotak seukuran bungkus rokok.” Penemuan Favre itu bekerja berdasarkan roller yang berputar dengan pin-pin yang menancap pada piringan baja tipis. Pabrik kotak musik di Jenewa dan Vallee de Joux kemudian bermunculan. Mereka berasal dari perusahaan-perusahaan pembuat jam dan perhiasan. Industri kotak musik lalu berkembang menjadi sektor independen di mana saat itu kotak musik begitu digemari. Mereka mengembangkan struktur, lapisan kayu,ukiran, dan pahatan yang rumit untuk memberikan kesan mewah pada produk mereka.

Pada pertengahan kedua abad ke-19, industri kotak musik di Jenewa, Vallee de Joux, Sainte-Croix dan seluruh Jura mencapai puncaknya. Para produsen kotak musik sukses dengan cepat dan menjadi bos-bos besar di wilayah itu. Kotak musik berevolusi menjadi sebuah keahlian baru dan menandai kesuksesan ekspor bagi perekonomian Swiss yang membentuk gambaran tentang Swiss yang modern dan inovatif.

Artikel di atas disadur dari artikel berjudul “Watchmaking–on the cutting edge of time”

sumber: http://www.myswitzerland.com

From → tahukah anda?

One Comment
  1. Ada sejarahnya ya, yang saya tahu cuma sejarah jam tangan mas, itupun cuma dikit, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: